Sehari Semalam di Kuala Lumpur (PEN-KUL-SIN Part 2)


Setelah sehari Penang (bisa baca disini), destinasi selanjutnya adalah Kuala Lumpur. Meski bukan yang pertama kesini, tapi masih excited..

Kita sampai di TBS sekitar jam 4 pagi, setelah ambil koper di loker kita lesehan dulu nunggu gerbang LRT dibuka, karena baru jam 06.00 LRT mulai beroperasi.

Tujuan selanjutnya adalah ke hostel dulu untuk titip barang. Kita nginep di Sunshine Bedz di daerah bukit bintang. It's recommeded place to stay in KL gaess, tempatnya super strategis, murah, bersih, petugasnya ramah, dekat stesen Bukit bintang dan halte bus go KL.
Dari stesen Bandar Tasek Selatan perlu ganti satu kali LRT untuk sampai di stesen Bukit Bintang. Untuk mencapai Sunshine Bedz gampang banget dari pintu keluar tinggal lihat kearah kiri dikit, kalo udah lihat MCD tinggal jalan kesana, karena Sunshine Bedz tepat disebelah MCD. Tepatnya dilantai dua jadi kita harus naik tangga kecil.
Sampai di Hostel, niatnya cuma titip barang ternyata kita dipersilahkan mandi dan sarapan (simple breakfast), awesome... Mandi selesai lanjut sarapan dan kita semeja dengan traveler ibu-anak asal Jawa Tengah yang baru pulang dari Kamboja, jadilah kita ngobrol bebas dengan bahasa Indonesia. Kita juga dapat sharing mie gelas buat ganjal perut.

Jam 11 siang kita baru keluar Hostel dan mulai pusing-pusing...

1. Batu Cave
Sejujurnya nothing special here for me, tapi namanya landmark nggak afdol kalo nggak foto disana. Cara kesana cukup mudah, kita bisa naek KTM Komuter jalur Batu Cave. Jika dari KL sentral perjalanan sekitar 30 menit dengan tiket 2 RM. Sepanjang perjalanan kita bisa menikmati pemandangan lembah Klang atau mengisi waktu untuk recharge energi dengan tidur walau sebentar (yes, that's me). Nggak perlu takut keblabasan karena stesen Batu Cave adalah pemberhentian terakhir.

Karena sudah kali kedua kesini, jadi saya cuma ngantar temen foto di depan patung Dewa Murugan yang sempat hits di kantor. Mungkin hanya sekitar 30 menit kita foto2 dan nggak ada niatan untuk naik ke gua, mungkin karena kaki udah gempor dan masih banyak tujuan untuk hari ini.

Sepengamatan saya, sebagian besar pengunjung di Batu cave adalah orang India, mungkin mereka mau beribadah di Kuil yang ada disini. Selain itu banyak sovenir khas India yang dijajakan disini.

2. Dataran Merdeka

Berangkat dari stesen Batu Cave kita menuju KL Sentral dan ganti LRT Kelana Jaya Line turun di stesen Masjid Jamek, kalo mau hemat bisa naek bus Go KL red line turun di depan Dataran Merdeka. Oh ya, kita sempatkan makan siang di foodcourt KL sentral sebelum pindah LRT, pilihan makanannya banyak, harganya juga standar.
jika naek LRT dan turun stesen Masjid Jamek cari exit Dataran Merdeka, begitu keluar cari jalan Tun Perak yang atasnya ada jalur rel kereta. Sampai ada perempatan lampu merah pertama, belok kiri dan langsung terlihat banyak bangunan tua dan tinggal nyebrang kalo mau nemuin lapangan hijau Dataran Merdeka.
Mungkin daerah dataran merdeka ini seperti kota tuanya Kuala Lumpur. Banyak bagunan peninggalan Inggris yang masih berdiri kokoh dan terawat. Diantaranya Sultan Abdul Samad Building, Museum Textile, Kantor Pos, dll.
Karena datang disiang bolong dan suasana cukup panas, kita cuma foto-foto sebentar sambil istirahat. Tapi meski panas, lumayan rame ada beberapa rombongan yang mampir buat mengabadikan gambar.

3. Kuala Lumpur City Gallery


Tempatnya sebelahan dengan Dataran Merdeka, jadi kalo sudah sampai di Dataran Merdeka mampirlah kesini buat foto di the giant I Love KL. Cara kesini dari dataran Merdeka cukup jalan lurus kearah tiang bendera nanti akan muncul bagunan seperti di atas ini.
KL City Gallery buka setiap hari dari jam 09.00-18.30 waktu setempat, dengan HTM 5 RM. Disini kita bisa menikmati free Wifi dan lumayan kenceng.

KL City Gallery merupakan museum dan tourism center yang menyediakan walk and tour map dengan beberapa bahasa. Disini kita melihat foto yang menjadi saksi sejarah perkembangan Kuala Lumpur, seperti pada masa penjajahan Inggris dan peristiwa penting di Ibu Kota Malaysia ini. Selain itu di lantai dua ada semacam show room yang menyajikan film pendek tentang sejarah Kota KL dan pertunjukan lampu kelap-kelip di maket kota KL. bagus,,,
Bagi yang mau beli official Souvenir of KL bisa beli disini, jenisnya banyak mulai dari buku, miniatur bagunan, magnet, jepit, kaos, dan pernak-pernik lain. Tiket masuk seharga 5 RM tadi bisa kita berlanjakan disini, jadi semacam voucher gitu. Tapi jika tidak tertarik beli souvenir disini, tiket tadi kita jajakan di Arc Kafe. like mine,,

setelah kembali segar, kita lanjutkan perjalanan...

4. Central Market, Kasturi Walk, Petaling Street, My Din


waktunya beli oleh-oleh....
Empat tempat ini lokasinya berdekatan dan bisa kita tempuh dengan berjalan kaki saja. Meski bikin gempor, tapi kalo cewek diajak shoping pasti langsung fit lagi.
Dari KL City Gallery rencananya mau bus GoKL ke Central market, tapi bisnya nggak datang2, akhirnya kita putuskan jalan kaki saja. Jarak ke central Market dari KL City Gallery hanya sekitar 400 m, kalo jalan kaki nggak sampai 10 menit sudah ketemu Kasturi Walk.
saking semangatnya cari oleh-oleh nggak sempat pegang kamera. Sedikit Gambaran dari 4 tempat ini:
Central Market atau Pasar Seni merupakan pasar modern di dalam bagunan besar.  Disini banyak penjual souvenir seperti miniatur Twin Tower, gantungan kunci, magnet, asbak, Kaos, coklat dan aneka makanan khas (saya sempat beli Nestea/teh Thailand disini), kain tenun Malaysia, dll. Selain pernak-pernik tersebut disini juga ada foodcourt yang menjual masakan khas malaysia. Bagi yang mau sholat, di lantai atas Central Market ada Mushola.

Kasturi Walk, merupakan jalan/gang terbuka yang terletak tepat disebelah Central Market yang difungsikan sebagai tempat jualan. Ciri khas dari Kasturi Walk adalah gapuranya yang berbentuk layang-layang khas Malaysia, kayak yang di Upin-Ipin. Meski terbuka kita nggak perlu khawatir kehujanan karena ada atap transparan. Penjual disini tidak sebanyak Central Market karena memang cuma satu jalur saja. Selain pernak-pernik sovenir, kita bisa menemukan street snack disini. Disepanjang jalan Kasturi ini ada Watson loh, dan saya sempat beli Hada Labo Mild Peeling.

Petaling Street Market, terletak di daerah ChinaTown tak jauh dari Central Market. Daerah ini mirip pasar malam menurutku, yang jualan banyak, barangnya juga bervariasi dan lebih murah. Souvenir standar bisa kita temukan disini, yang unik adalah banyak baju, dompet, tas, dvd dengan kualitas KW dijual murah disini. Dari belajaan oleh2 sebagian besar kita beli disini, dan siapa sangka disini kita ketemu dengan penjual asal Jawa Tengah. Usut punya usut si 'ibu' sudah lama jualan disini dengan suaminya yang merupakan penduduk lokal. Jadi proses tawar menawarpun semakin gampang, karena kita pakek bahasa Jawa. Si 'ibu' pun cukup populer dikalangan TKI di Malaysia, terbukti banyak mbak2 yang bersiap mudik belanja oleh2 ditokonya.

My Din, merupakan supermarket lokal, seperti Sardo kalo di Malang. Sebenarnya banyak cabangnya, tapi yang paling besar ada di dekat Petaling street ini, kalo nggak salah ada tiga atau empat lantai. Snack bermerek, bumbu dapur, alat kebersihan, alat masak, barang pecah belah, karpet, keperluan haji, jilbab dll ada disini. Saya beli jilbab khas Malaysia titipan teman, sambal balacan dan coklat jelly di supermarket ini. Pada kunjungan pertama saya ke KL saya beli Kitkat Green tea (dengan label halal) dan snack oat disini, tapi karena sekarang sudah gampang carinya di Malang dua snack ini saya skip.

Pulang dari empat tempat ini kita sudah kayak orang kulakan. Karena banyaknya kresek di tangan akhirnya kita putuskan balik ke Hostel dulu sekalian check in. Buka Peta bus GoKL ternyata ada halte dekat My Din, akhirnya kita jalan ke halte terdekat dan turun di halte Bukit Bintang dengan GoKL purple line. Lumayan hemat ongkos...

5. Suria KLCC

Setelah Check in, naruh barang, dan istirahat bentar kita lanjut ke KLCC, another must visit place in KL, yeay Twin Tower....
Berangkat dari halte Bukit Bintang kita naik GoKL green line menuju KLCC. Meski sudah jam setengah tujuh malam langit masih lumayan terang, jadi masih bisa menikmati pemandangan. Perjalanan kali ini lumayan lama karena macet.
 
 


Sampai di Suria Mall kita langsung menuju KLCC park untuk menikmati Fountain Light Show. Suasana disekitar kolam sudah rame, kalo ngga salah memang pas malam minggu. Semua orang sudah menunggu pertunjunkan dancing fountain with colorful light. Baru kita mendekat ke kolam, air mancurnya sudah mulai menari-nari. yeay...
Pada kunjungan pertama ke KL, saya KLCC di pagi hari dan pas weekday jadi nggak begitu rame, mau foto2 masih terang, dan bisa menikmati taman yang masih segar. Tapi kalo ditanya bagus pagi atau malam, saya lebih prefer malam selain Fountain Light show dengan latar Twin Tower yang penuh lampu, suasananya disini lebih menyenangkan di malam hari, lebih greget gitu.

Puas foto dan liat pertunjukan lampu kita masuk ke Suria Mall, mulai dari outlet Sephora, Watson, Guardian, The Body Shop (lagi diskon up to 70%), trus makin tak terkendali keluar masuk outlet meski nggak beli juga, hehe maklum cewek. Outlet terakhir yang kita singgahi adalah Vincci, Sebenarnya saya sudah ada beberapa list yang mau dibeli tapi ternyata banyak yang out of stock disini, jadi agak nyesel karena nggak beli di Vincci KLIA. Akhirnya cuma beli jam tangan 2 for 50RM, buat oleh-oleh dan titipan teman. Lumayan murahlah... (sebenarnya brand ini sudah ada di Surabaya, tapi di negara asalnya koleksi lebih lengkap dan lebih murah).

Sudah capek muter-muter kita kembali ke hatle Bus GoKL, kali ini tidak turun di Halte Bukit Bintang tapi di Halte StarHill Gallery karena mau jalan di sekitar mall dan toko2 di daerah Bukit Bintang. Karena sudah malam, banyak toko yang sudah tutup. Akhirnya kita menyerah, dan jalan ke arah Hostel. Sebelum kita masuk Hostel kita cari dinner dulu, didekat Halte Bukit Bintang ada beberapa toko kebab yang rame. Oke kita coba dan nggak tanggung-tanggung kita beli yang ukuran besar karena memang laper banget. Rasanya nggak mengecewakan, enak + Laper = enak banget.


Selesai 'makan malam' kita mulai berkemas karena pagi-pagi kita harus ke KLIA2 untuk penerbangan ke Singapura. Kenapa nggak naek bus Malam atau kereta? karena tiket naek pesawat lebih murah dari pada tiket bus atau kereta, kemaren dpt promo seharga 49 RM sahaja, lama tempuhnya juga lebih cepat naek pesawat, selain itu sudah dua malam kita habiskan di bus, jadi pengen ngelurusin punggung di kasur.
Berkemas selesai, mandi dulu biar badan fresh and then sleep tight, Zzzzz,,,,

Sampai ketemu di Singapura....

1 comments:

Cara Pendaftaran Haji Reguler (per April 2016)


Bismillahirohamnirohim,
Setiap umat muslim pasti punya impian untuk menunaikan ibadah Haji, dan Alhamdulillah kini pendaftaran haji makin mudah meski waktu tunggunya masih dan makin panjang. fyi, Jawa Timur mempunyai waktu tunggu paling lama, per September 2016 kemaren sudah mencapai 24 tahun. Wow.., itu artinya kalo kita baru daftar, estimasi berangkat adalah tahun 2040.OMG..

Per April 2016 ada beberapa perubahan alur pendaftaran, kini tidak perlu bolak-balik Bank dan Kemenag hanya perlu sekali ke Bank dan sekali ke Kemenag, asal syaratnya lengkap.


berikut cara pendaftaran haji reguler:

Proses di Bank
Syarat yang diperlukan:

  1. Tabungan Haji, syarat pertama kita harus punya rekening Haji di BPS syariah yang ditunjuk oleh pemerintah, diantaranya BNI Syariah, BSM, Muamalat, BRI Syariah, Bank Jatim Syariah, dll. Jika sudah punya rekening, kita harus melakukan setoran minimal 25 jt atau nabung pelan-pelan sampai 25 jt. Pilihan bank saya adalah BNI Syariah, sesuai kebijakan Bank setelah dana di debit ke rekening Kemenag harus ada saldo mengendap minimal 500rb. Jadi, paling tidak kita punya tabungan sebesar Rp 25.500.000. Pembukaan rekening di Bank tidak bisa diwakilkan dan satu rekening hanya berlaku untuk satu orang. Misal ada suami-istri mau mendaftar, dua-duanya harus buka rekening atas namanya sendiri dan tidak bisa diwakilkan.
  2. Mendapatkan nomor Validasi, Jika tabungan sudah mencukupi, kita bisa melakukan pengajuan kebank untuk pendebitan ke rekening Kemenag dan kita bisa mendapatkan nomor validasi dari Bank. Syaratnya:


  • Buku rekening asli
  • KTP & KK (untuk kroscek data)
  • Pas foto 3 x 4 (5 lembar), 4 x 6 (1 lembar), foto dengan latar putih dan tampak wajah 80%. Foto ini sudah harus siap dari rumah, berbeda dengan sebelumnya yang kita harus foto di Kemenag. Dan foto ini juga akan digunakan pada waktu proses di Kemenag.
  • Ijazah/Akte nikah/Akte kelahiran (pilih salah satu), untuk proses diBank berkas ini hanya untuk kroscek data saya, tidak diminta kopiannya.
  • Materai 6.000 (2 lembar), kalo lupa bawa biasanya bank sudah menyediakan, tinggal ganti sesuai harganya.

Disni kita disuruh untuk mengisi surat pernyataan pendaftaran calon jamaah haji dan setoran awal. Jika isian sudah cocok, pihak bank akan mengentrikan data kita di database, dan kita akan mendapatkan nomor validasi. Setelah tanda tangan beberapa berkas proses di bank sudah selesai.
Kita akan diberi lembar Surat pernyataan Pendaftaran Calon Jamah Haji, nomor validasi, bukti pendebetan untuk dibawa ke Kemenag.

Proses di Kemenag
Proses disini juga cukup mudah, kita tinggal memberika berkas dari Bank dan persyaratan lain sebagai berikut:

  1. FC KTP (5 lembar)
  2. FC Ijazah/akta nikah/akta kelahiran (pilih salah satu)
  3. FC KK (1 lembar)
  4. Pas foto 3 x 4 (15 lembar), 4 x 6 (10 lembar)
  5. CD pas foto, yang hanya dipinjam untuk memasukkan foto kita di SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji).
  6. Surat keterangan sehat, untuk pendaftaran di Kemenag Kab Kediri surat keterangan sehat sudah disediakan, kita tinggal ngisi formulir saja. Mungkin akan berbeda di daerah lain.
  7. Golongan darah, yang inipun nggak perlu bukti tertulis yang penting sudah tau golongan darah kita. Kalo belum tau bisa tes dulu yah.

jika berkas sudah kita berikan, petugas akan memasukkan data, menginput nomor validasi, dan mengambil sidik jari kita, setelah berhasil di upload kita akan akan mendapatkan SPPH yang telah dilengkapi dengan nomor porsi. SPPH dicetak dan kita tinggal tanda tangan 5 kali.
Proses selesai, tinggal menunggu pelunasan (pelunasan juga lewat rekening tabungan haji kita)


jika ingin mengetahui estimasi keberangkatan bisa buka www.haji.kemenag.go.id, masukkan nomor porsi pada halaman pojok kanan atas. Selain itu juga bisa lewat app 'check porsi' di android.

Proses diatas berlaku untuk pendaftaran di BNI Syariah dan Kemenag Kab Kediri, mungkin akan berbeda untukbank dan daerah lain.

sharing..

  1. Pendafatan haji bisa dilakukan sesuai alamat di KTP kita, jika ternyata nanti pindah alamat KTP kita harus mengajukan mutasi. Info dari petugas Kemenag, jika mutasi masih satu propinsi, prosesnya cukup di Kemenag tempat pendaftaran, tapi jika pindah propinsi harus cabut berkas ke pusat.
  2. Lama proses di bank sekitar 40 menit, dengan catatan tidak ada antrian (waktu itu saya dapat antrian nomor 1). Sedangkan di Kemenag sekitar 30 menit saja. 
  3. Jangan lupa check kebenaran data kita, kemarin saya mendapatkan masalah di Kemenag karena pihak bank salah mengentri data. Harusnya alamat saya masuk Kabupaten Kediri tapi di input Kota Kediri. Sempat mangkel juga, karena proses untuk menganti data diperlukan waktu satu hari, saya disuruh balik lagi besok, hiks  padahal jatah cuti saya sudah habis. Baru keluar pintu ruangan saya di panggil karena pusat sudah berhasil membenarkan alamat saya. Alhamdulillah... begitu SPPH dicetak saya disuruh tanda tangan, karena sudah pernah kejadian salah data, saya cek dulu data yang di SPPH, jeng..jeng.. tempat kelahiran saya menjadi 'Malang', harusnya 'Kediri'. Setelah ditelusuri, lagi-lagi pihak bank salah entri data. Melihat saya sudah lemas, petugas Kemenag bilang tidak apa-apa, nanti pas mau berangkat bisa menyertakan surat keterangan beda data dari kantor desa. Akhirnya saya tanda tangan, dan proses selesai.
  4. Ada kebijakan baru dari Kemenag, calon jamaah haji yang telah mendaftar minimal dua tahun bisa mengajukan percepatan keberangkatan sebagai muhrim. Jadi misal keberangkatan suami-istri berbeda tahun, Suami berangkat ditahun yang lebih awal, istri bisa mengajukan percepatan keberangkatan sebagai muhrim sesuai tahun keberangkatan suami, dengan catatan sudah dua tahun terdaftar sebagai calon jamaah haji. Meski kata petugas dari pengajuan tahun ini yang di terima hanya 50%, tapi masih ada harapan. So, kalo sudah ada rejeki dan mampu mendaftar nggak ada salah mendaftar dari sekarang meski kita masih single. InsyaAllah niat baik akan diberi kemudahan oleh-Nya. Amiiien..



3 comments:

Sehari di Penang (PEN-KUL-SIN part 1)

Penang merupakan kota pertama dalam rangkaian traveling kali ini, sebelum berlanjut ke Kuala Lumpur dan terakhir di Singapura. Perjalanan dimulai dari Surabaya menuju KLIA2. Karena ke penangnya lewat jalur darat kita harus ke TBS (terminal Bersepadu Selatan) dulu dengan Jetbus seharga 11 MYR dan lama perjalanan sekitar 1 jam.

Sampai di TBS, kita langsung ke loket untuk menukar tiket yang sebelumnya sudah di pesan secara Online. Selesai urusan tukar tiket kita segera cari loker buat menyimpan tas yang tidak dibawa ke Penang. Loker ada dibelakang tempat penukaran tiket. Pilihan loker mulai 5 RM, 10 RM, 15 RM. Kita pilih 10 RM kira2 besarnya muat untuk dua travelbag ukuran kabin. Sistem Loker hampir sama dengan yang di KL Sentral, yaitu single use jadi pastikan barang yang mau disimpan sudah masuk loker dan barang yang mau dibawa sudah dikeluarkan. Jangan sampai ada yang tertinggal, karena kalo dibuka, berarti harus bayar lagi buat ngunci.

Selesai urusan loker, kita turun satu lantai untuk nunggu bus di Gate 4. Kalo masih bingung gate-nya, bisa di lihat di tiket kita. Keadaan ruang tunggu malam itu sepi banget, mungkin karena tinggal bus terakhir. Dan ternyata bus yang saya tunggu delay, padahal udah lari2 karena takut telat. huft. Kurang lebih satu jam kemudian bus datang, hehehe lumayan juga telatnya, tapi kalo dipikir2untung juga karena sampai di Penang-nya nggak terlalu Dini hari.

Ditengah perjalanan kita dibagunkan untuk ganti bus, saya masih setengah sadar gitu dan langusng masuk bus baru. Secara keseluruhan sih sama busnya, tapi nggak tau kenapa kok disuruh pindah. Dan kayaknya kacamata saya ketinggalan di bus yang lama. hiks,, jarak pandang pun berkurang, everything gonna be blur...

Sekitar jam setengah 4 pagi kita sampai di Terminal Sungai Nibong. Sengaja milih Turun di Sungai Nibong karena kita tidak berencana menginap di Penang jadi kita butuh Tandas (kamar mandi) umum dengan Shower untuk membersihkan diri. Dan dari hasil browsing yang ada shower ya di terminal ini. Dan salah satu enaknya turun di Sungai Nibong kita akan melewati Penang bridge. Saya bertekat untuk menikmati pemandangan jembatan Penang selama perjalanan, apa daya mata tak terbuka sedetikpun selama melewati jembatan ini, tau-tau udah nyampek Terminal. hahaha.

Sesampai di Sungai Nibong kita langsung menuju lantai dua dan mencari tandas untuk perempuan, karena masih dini hari suasana masih sepi. Showernya ada dua dan cukup bersih. Selesai mandi kita turun lagi untuk cari bus Rapid Penang yang menuju Komtar. Hampir semua bus melewati Komtar, tapi untuk amannya bisa Tanya sopirnya terlebih dahulu. tiket dari Terminal ke Komtar 1,4 RM.
Tiket bus di Penang berkisar di 0,7 ato 1,4 ato 2 atau 2,7 tergantung jaraknya. Kalo mau irit siapkan uang pas karena disana tidak berlaku uang kembalian. 
Di Komtar kita cari agen bus untuk tukar tiket, dan masih tutup. Baru sadar jam 6 disana berarti masih gelap kayak jam 5 di Jawa. Kita lanjut ke Depan Gerbang Komtar, foto2 sebentar dan mengambil leaflet gratis lumayan buat panduan selama di sana. 
Puas narsis dan ambil leaflet kita menuju ke pemberhentian no 9 Free Bus CAT untuk mulai city tour.and the journey begin...
fyi, kita pesan tiket bus dari Kuala Lumpur ke Penang dengan rute TBS-Sungai Nibong secara online lewat busonlineticket.com, seharga 38.50 RM per orang. Sedangkan pulangnya pesan lewat easybook.com dengan rute Komtar-Jalan Pudu seharga 30,50 RM. Pulangnya memang dapat tiket lebih murah karena ada promo. Dan saya baru sadar kalo kita harus mengambil tas di loker TBS, jadi saya harus merubah tujuan ke TBS. Alhamdulillah kokonya baik, tiket yang harusnya 'nochangable' diijinkan ganti tujuan. Dan tidak ada biaya tambahan.

1. George Town City Tour
George Town mungkin mirip sama jogja kalo di Indonesia, namun lebih bersih, tertib, dan terawat. Nggak salah kalo George town mendapatkan predikat World Heritage Site. Bagunan2 tua tapi masih kokoh berdiri dan bersih banget. Ditambah adanya free bus CAT (Central AreaTransit) kota ini semakin nyaman untuk dikunjungi. Ada 19 pemberhentian yang dekat dengan spot2 menarik dan beroperasi dari jam 06.00-24.00.
Hampir semua tempat yang kita kunjungi free ticket, kecuali di ThePinang Peranakan Mansion.
Pasar Chowrasta - turun di pemberhentian 12, nyampek pasar ini masih tutup (buka jam 09.00) jadi nggak bisa eksplore lebih banyak.

Masjid Kapitan Keling- dari Chowrasta Market lanjut ke pemberhentian 15 (Kampung Kolam). Dari Halte jalan lurus trus belok kiri. Jalan Lurus saja, nanti Masjidnya Kiri Jalan.

Masjid Kapitan Keling- merupakan masjid bersejarah terbessar di George Town, berdiri sejak 1801


Teochew Temple- dari masjid Kapitan Keling jalan lurus sampai ada perempatan, trus belok kanan. temple ini ada dibelah kanan. Karena tidakberani masuk kita lanjut ke Mahamariamman Temple.

Mahamariamman Temple. Yang Mana templenya? ada ditutup perlak biru. hehehe, karena masih renovasi akhirnya kita skip.
Street Art- sebenarnya street art ini ada di perempatan dari Masjid Kapitan Keling tadi. Dan ini satu2nya street art yang bisa kefoto, yang lain kebanyakan ketemu pas di dalam bus.

Jangan  ke Pemberhentian 15- dari perempatan kita ke arah kanan buat nyari pemberhentian 16.  kembaliSebelum ketemu haltenya, kita sempatkan sarapan dulu di pinggir jalan. Nasi lemak sama telur yang harganya cuma seringgit aja dan insya Allah Halal.

suasana jalan di Penang, Rapi, bersih dan tertib.

Saya Lupa berhenti di halte berapa, setelah berjalan agak lama nemu perempatan ini. dan kita mau ke Pinang Peranakan Mansion. Kalo udah nemu per4an ini tinggal belok kiri. Jalan Lurus, Mansionnya ada di Kiri jalan.

























Pinang Peranakan Mansion- Merupakan rumah termewah pada jamannya, yang kini dijadikan museum. Jam buka 09.30-17.00 dengan tiket masuk 20 RM untuk dewasa (belum pajak yah), anak dibawah 6 th free.

Mansion dengan dua lantai ini banyak memamerkan barang antik, yang pada masanya dulu adalah barang2 mewah. Bangunannya juga sangat antik, tiap bagian ruangan memiliki keramik yang berbeda. Prinsip Fengsui juga diterapkan disini.


Disini menyiapkan guide yang membantu kita menerangkan setiap detail bagunan dan isinya. Mereka juga fasih berbahasa China, Inggris dan melayu.

Kursi yang Jarang kita temukan ditempat lain. Katanya ini adalah kursi untuk memadu kasih, its so unique.


Mungkin ini sunglass paling hits di jamannya. lucu...



Ceritanya Pemilik Mansion, Kapitan Chung Keng Kwee, perantau dari China ke Penang sebagi buruh kasar. Tapi setelah bekerja kasar, meski dengan cara menjual opium, dia menjadi orang kaya raya dan menikahi gadis melayu. Sehingga disebut Peranakan oleh warga lokal. dilihat dari satu ruangan itu saja bisa dibayangkan how rich he is.

Imigresen- dari Pinang peranakan Mansion kita keluar dan jalan ke Pemberhentian no 4.  Untuk ke Queen Victoria Memorial Clock tower/Pesara King Edward dan Fort Cornwallis.

Queen Victoria Memorial Clock Tower- dari halte Imigresen tinggal jalan lurus nanti ada perempatan yang tengah2nya bagunan ini. Sepertinya ini salah satu spot foto para turis.

Fort Corwallis- dari perempatan Queen Victoria Memorial Clock Tower tadi tinggal nyeberang, disana juga sudah ada papan petunjuk arahnya. jalan sedikit, di kiri jalan gerbang ini sudah keliatan. Bagi pecinta sejarah mungkin akan betah didalam sana, karena kemarin sedang ada kegiatan di Benteng ini, kita jadi males masuk.Benteng ini buka jam 09.00-19.00 dengan tiket 20 RM (adult foreigner), 10 RM (children foreigner), sedangkan warga lokal hanya separonya.

City Hall- Kembali ke halte Imigresen kita nunggu Free bus karena ternyata lama g datang kita putuskan untuk jalan ke pemberhentian no. 5, dan memang tidak seberapa jauh. Dari Halte bank negara ini kita nyebrang, ada lapangan besar, kita sempat istirahat bentar sambil menikmati angin. Sebelum menemukan City Hall kita akan melihat Town Hall, Semacam gedung elite di jaman kolonial dan pernah dijadikan latar film 'Anna and The King'. Dari Town Hall jalan lurus aja nanti gedung putih ini akan nampak. Pusat pemerintahan kota Penang ada disini. Meski sudah berumur lebih dari 100 tahun, Gedung masih kokoh.

Esplanade- Tepat disebelah City Hall ada taman dipinggir Pantai, Sepertinya City Hall is perfect workplace. Disini kita bisa duduk santai sambil menilmati pantai dengan latar bagunan2 tinggi. Perpaduan historical building, pantai dan modernisasi. Karena dikelilingi lautan, Penang ini panas banget.

Esplanade- Banyak warga lokal juga yang 'ngisis' disini

City Tour berakhir di Esplanade. Kita jalan ke pemberhentian 17 (didepan pemberhentian 5). Rencana masih mau ke beberapa spot lagi seperti Tanjong City Marina dan Jetty, tapi karena waktu sudah siang dan capek, di Jetty terminal Bus kita langsung ganti 204 untuk ke Kek Lok Si. Padahal akan lebih dekat kita naek free CAT dari pemberhentian no 5.


2. Kek Lok Si
Lokasi temple ini agak jauh dari pusat kota, dan tidak ada bus gratisnya. Kita bisa naik Rapid Penang No 204 bisa dari Komtar atau Jetty. Saya kemaren berangkat dari Jetty, dengan pertimbangan free bus akan berhenti sekitar 15 menit disini, jadi dari pada nunggu lama langsung naik 204. perjalanan kurang lebih 45 menit untuk sampai di halte Kek Lok Si dengan tiket 2,7 RM (kalo nggak salah). Kalo bisa bilang ke Drivernya kalo mau turun di sana, biar g salah turun kayak saya kemaren.
Dari halte Bus Air Itam ke Temple masih harus jalan kaki sekitar 10 menit. Dan panas banget, tapi tenang saja disekitar sana banyak yang jualan topi.

Sebelum mulai jalan kita mampir dulu di seven eleven buat beli air, sekalian nanya ke mbak kasir makanan halal di daerah situ. Kata mbak yang pakek jilbab itu ada satu warung halal di dekat sini. tapi agak jauh kalo jalan. fyi. sekitar Kek Lok Si bayak tempat makan tapi sebagian besar g halal, karena penduduk setempat banyak yang non muslim.
RM Sadalbari- untuk menemukan warung halal ini kita jalan balik dari arah bus rapid Penang tadi. rutenya kira2 gini: dari seven eleven lurus kearah pasar notok belok kanan sampai ada perempatan, warung ada di pojokan.
 Menunya standar masakan melayu seperti nasi lemak dkk, yang jelasnya porsinya ekstra jumbo. Saya hanya menghabiskan separo saja, padahal laper banget. Untuk masalah harga lumayan murah, kita berdua habis sekitar 13 RM untuk makan dan minum


Kek Lok Si-setelah menyusuri tangga kita akan disambut oleh mini Pagoda ini, Pagoda Sesungguhnya ada diatas

Kek Lok Si- Banyak patung Budha disini

Kek Lok Si- Pagoda yang sesungguhnya keliatan dikit. Jika masuk kesana bisa naik lift, hanya saja harus bayar. g jadi deh..


Kek Lok Si- Banyak yang beribadah di kuil ini.

Kek lok Si- from the top, yang jadi ciri khas bangunan bernuansa China adalah menggunakan banyak warna-warna tajam, sehingga terlihat colorful

Kek Lok Si- Suasana pas mendung dan sempat hujan. Dan alhamdulillah hujan sudah reda ketika selesai belanja cindera mata dan mau lanjut ke Penang Hills. Saya sempat baca kalo jago nawar belanja di Kek Lok Si itu murah. Dan untung sudah beli magnet kulkas disini, karena sudah nggak sempat lagi ke Chowrasta Market.



3. Penang Hills
Sudah sampai di Kek Lok Si rugi kalo nggak kePenang Hills sekalian. Jarak Kek Lok Si dan Penang Hills memang nggak jauh, ada yang bilang bisa jalan kaki, tapi saya  lebih rekomendasikan naik bus 204 dengan bayar 0,7 RM, biar tenaganya bisa buat keliling Penang Hills. Kalo jalan mungkin 30 menitan lebih.

Ada yang bilang "Anda belum ke Penang kalo belum ke Penang Hills", and i think so. Rugi kalo nggak kesini. Hawanya adem dan kita bisa lihat Penang secara keseluruhan dari atas. Amazing...
Penang Hills- di kenal juga dengan Bukit Bendera. Berdiri sejak 1700an, puncak penang Hill berada di 833 m diatas pemukaan laut.
Penang Hills- Buka jam 6.30 - 23.00 dengan harga tiket seperti gambar diatas. Berbedda anatar warga lokal dan turis. Kadang juga ada promo untuk pemegang kartu tertentu. Tiket ini untuk pengunjung yang pengen naik dengan trem, kereta yang akan membawa kita naek ke atas. Kalo mau tracking ke puncak memakan waktu sekitar 3 jam. kibarkan bendera putih.
Tiket Trem penang Hills- Memang agak lumayan dengan 30RM, tapi ini pertama kalinya saya naik trem dengan kecondongan sekiar 27,9 derajat dengan jarak hampir 2 KM. Bagi yang suka tantangan bisa ambil bangku paling atas saat naik dan bangku paling bawah saat turun. huhu, memacu adrenalin..

Penang Hills- penang dari atas, sebagian besar bagunan utama terlihat dari sini. Bahkan Jembatan Penang pun terlihat jelas, Sekilas seperti garis, padahal itu jembatan.

Penang Hills- Jika ingin melihat lebih dekat kita bisa melihat kota Penang dengan teleskop ini (hah, teleskp???). but its not free gaess, 1 RM fo 2 minutes.

The Owl Museum- saya skip untuk kesana karena sedikit mendung jadi kita langsung naik buat lihat Gembok Cinta ala Penang Hills.

Gembok Cinta Ala Penang Hills-  Kalo kamu pengen nyimpen gembok dan lupa nggak bawa dari rumah, bisa beli di petugas. disana juga sudah disiapin spidolnya.

Gembok Cinta ala Penang Hills- Gembok yang dijua petugas sangat unik, bentuknya hati warna pink dan ukurannya agak besar. Ini membeuat dominasi warna Pink yang romantis, beda dengan Namsan tower yang lebih colorful. Tapi kursi (yang warna coklat) dibuat mirip kayak yang di Namsan, bentuknya miring kedalam.

Bukit Bendera- banyak yang bilang jika kita datang di malam hari pemndangannya akan semakin indah, karena Kota Penang akan dipenuhi lampu-lampu cantik. Tapi karena saya pengen banget ngincipi kulinernya Penang, kita nggak bisa nunggu samapi malam..


4. Gurney Drive

Keluar dari Penang Hills kita menuju halte bus, ada dua bus tapi kayaknya sopirnya masih istirahat. olalalala, padahal sudah jam 17.30. Rencana kita mau balik Komtar dengan bus 204 baru ke Gurney Drive. Sudah 10 menit lebih kita menunggu, dan tidak ada tanda2 bus mau jalan. Tiba2 ada bus 'Penang Hop-On Hop-Off' datang, teman bilang coba tanya bisa nggak ke Gurney Drive naek itu. Pak sopirnya bilang bisa tapi 10 menit lagi baru jalan. Selanjutnya aku tanya how much the ticket? dia bilang for single trip 20 RM miss. oww, mahal.. keluar deh jiwa nawarnya, setelah sedikit negosiasi bolehlah kita naik dari Penang Hills -Gurney Drive 20 RM untuk dua orang, padahal jaraknya jauh banget. Fyi, Penang Hop-On Hop-Off City Route punya 13 pit stop, diaman Gurney Drive Stop 01 dan penang Hills Stop03, jadi kita harus melalui 10 Stopan lagi. Disinilah kami sangat bersyukur, dengan harga yang murah kita bisa keliling dengan bus terbuka keliling Penang tanpa capek dan panas (jam 6 sore masih terang disana). Rejeki anak Sholihah.

Perjalanan sekitar 1 jam lebih kita sampai di stop01. Kita langsung menuju Gurney Drive Hawker Centreuntuk makan malam. rutenya dari halte Hop-On Hop-Off tinggala jalan lurus aja ke arah lucky plaza, dari pintu keluar Lucky Plaza masih lurus, jalan lurus terus samai nemu pujasera di kanan jalan.




Es kacang- salah satu menu khas Penang, mirip es serut dengan campuran kacang merah jagung, annas, cendol, dll. Enak dan manis. Lumayan buat penhilang dahaga. harganya 4,5 RM


Rojak/Pasembur- ini favorit banget. jangan dibayang rojak itu sama kayak rujak di indonesia. Rojak merupakan gorengan (ada cumi, udang, siomay, tahu, bakwan, dll) di potong-potong di tambah irisan mentimun dan lobak trus disiram dengan saus merah yang rasanya gurih-gurih manis. Harganya tergantung gorengan yang kita pilih. untuk gambar diatas isinya cumi, telur, tempura, ayam dan tahu habis 10,5 RM

Laksa- ini juga khas Penang, rasanya asem manis pedas. campur-campur, hehehe. timakan ini kita makan berdua, selain lebih irit, juga buat jaga2 kalo nggak cocok dengan lidah kita. Sempat pengen nambah rojak lagi, tapi perut sudah nggak kuat.



























































































Nggak hanya turis yang nyoba kuliner disini tapi warga lokal pun banyak yang nongkrong disini, termasuk anak2 muda. Pas disini kemaren kita ketemu dengan orang Indonesia, berasa makan di fod courtnya Plaza Surabaya.
Setelah Kenyang kita mau balik ke Komtar untuk melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur. Dari Gurney Drive Hawker ini kita tidak kembali ke halte bus Hop-On Hop-Off, tapi kita jalan ke halte Rapid Penang, letaknya keluar dari GDH jalan lurus belok kekiri jalan lurus sampai ketemu perempatan besar lanjut nyebrang ke kanan nanti ada halte didepan toko bangunan. Dan kembalilah kita ke Komtar, tukar tiket dan menunggu bus datang.

Sehari di Penang ini Puas banget, semua yang ada di Itinerary bisa kesampaian. Alhamdulillah...

Salah satu yang saya suka dari Penang adalah Vending mechine '1 RM 1 Can', ini lumayan banget buat ngusir haus dan gampang dicarinya, diantaranya di Komtar, Terminal SUngai Nibong, Imigresen, dll.





0 comments: