Mengurus Visa Waiver Jepang di Surabaya


Salah satu benefit pemegang e-paspor keluaran NKRI adalah bisa ke Jepang tanpa dag dig dug mengurus visa. Kita hanya perlu meregistrasikan e-paspor kita ke Konjen Jepang terdekat untuk mendapatkan Visa Waiver.

Berhubung cuti semakin menipis, pengurusan visa waiver ini saya titipkan teman saya yang domisili di Surabaya. Dan Alhamdulillah e-paspor saya sudah registered. Karena saya nggak ngurus langsung, saya minta tolong teman saya menuliskan kronologi selama pengurusan.
Dan ini langsung from my beloved friend,,,,


Hai ketemu lagi nih..kali ini saya mau share sedikit pengalaman mengurus visa si temen untuk ke Jepang. seperti kita ketahui yah Jepang meng”Gratis”kan  biaya visa jalan  jalan  untuk ke negara mereka..well apa aja sih yag dibutuhin?
  1. Isi blanko berisikan data diri yang ada di konJen Jepang. Untuk Surabaya bisa ditemukan di Jalan Sumatera No 93. Jika bingung di mana jalan sumatera just click ur map and tadaa it would be easier to find karena letaknya yang ada disekitar pusat kota.
  2. Pengurusan Visa bisa diwakilkan koq asal blanko telah diisi dengan lengkap dengan tanda tangan. *Kemarin saya mengurus tanpa surat kuasa sih. Untuk berjaga-jaga bawa copyan KTP meski ndak ditanyakan juga
  3. Saat masuk ke Konjen Jepang, di depan akan ditanyakan apa keperluannya, kemudian meninggalkan ID card yang akan di tukar dengan visitor name tag dan untuk alat elektronik apapun (HP, ipad dan sejenisnya) ditinggal di pos penjagaan.
  4. Setelah itu temen-temen akan diarahkan menuju pintu sebelah kiri yang dijaga seorang petugas seperti X ray di bandara.
  5. Nah ketika sudah clear diperiksa pintu besarrr yg berat akan unlocked untuk dibuka dan lurus dari pintu tersebut akan langsung mengarah ke ruang lain dengan pintu kaca. Loket pengurusan visa dilayani pada loket 1 dan 2 dan tepat saat teman-teman membuka pintu di sisi kanan akan ada auto machine antrian. tunggu saja yah ngga akan lama koq karena pelayanannya cepat. nah sambil menunggu agar lebih efektif mintalah lembaran pengambilan untuk diisi(*kebetulan kemarin ada orang yg sedang mengurus visa memberikan slip itu ke saya)
  6. setelah di panggil urutannya langsung serahkan saja dokumen yang sudah disiapkan setelah itu tunggu untuk kembali dipanggil. slip tanda terima dokumen akan diberikan dan akan tertera kapan visa dapat diambil. Kalau saya kemarin tanggal 26 Mei 2017 drop dokumen dan 29 Mei 2017 Visa dapat diambil yah sekitar 1 hari kerja karena saya mengurus di hari Jumat
  7. Pada saat pengambilan visa jangan lupa jadwal yang sudah ditentukan yah jadi pengambilan visa dapat dilakukan dalam rentang waktu 13.15 - 15.30 jangan seperti saya yang datang jam 10 pagi saking semangatnya (*mungkin ini efek dopamin panggilan interview yang sy terima pagi itu hehehehe)
  8. Well selamat mengurus Visa dan selamat jalan-jalan di negeri Sakura
     
Fyi:
Visa waiver ini berlaku tiga tahun atau setelah masa berlaku paspor habis (mana yang lebih dahulu). Dan berlakunya untuk multiple kunjungan namun dengan batasan 15 hari per kunjungan. Jadi jika keperluan kita di Jepang lebih dari 15 hari, harus mengurus Visa reguler.

Pengurusan visa waiver ini sangat gampang, syaratnya cuma isi Blanko yang bisa di download di web konjen Jepang (link: klik me) dan bawa e-paspornya. Bahkan jika diwakilkanpun nggak ada syarat tambahan.
its all free, bener-bener gratis, nggak ada pungutan apapun selama pengurusan, kecuali uang parkir. Dan nggak pakek lama, hari ini registrasi besok sudah bisa diambil, kecuali besok libur yah teman.

Terus kapan ke Jepangnya....? kapan aja sudah siap.



special Thanks to eka... <3 <3 <3




0 comments:

Nginep di Bandara Soekarno Hatta (Soetta)

Bagi seorang budget traveler terkadang kita harus rela tidur dibandara demi menghemat uang jajan. Saya sendiri sudah dua kali tidur di KLIA2, saat pertama ke KL dan saat ke Korea. Menginap di KLIA2 mungkin sudah biasa, apalagi bagi penumpang maskapai dengan jargon ‘Now everyone can fly’.
KLIA2 merupakan bandara yang sangat friendly bagi traveler, selain nyaman, bersih, luas, disini juga ada banyak spot untuk tidur.  Bahkan ada tempat khusus untuk tidur atau rest area. Hanya saja AC dibandara ini kelewat dingin.

Saat bermalam di KLIA 2 yang pertama, saya dan teman2 lebih memilih tiduran di ‘Texas chicken’. Sekalian makan malam yang terlewat pagi, sekitar jam 00.30, disini ada tempat duduk (buat tidur) yang lebih empuk dari pada harus tidur dilantai (meskipun ada karpet tebal). Dan ternyata banyak yang tidur disini.

Kedua, saat transit menuju bandara Incheon, setelah isi perut kita menuju mushola karena belum sholat isya. Ternyata surau (mushola) sepi, akhirnya kita sekalian bobok disana, sekalian buat sholat subuh sebelum pernerbangan pagi. Nyaman tapi uadeeem.

Tantangan selanjutnya adalah saat ke Bangkok kemaren, kita ambil penerbangan paling pagi dengan rute CGK-DMK. Padahal kita dari daerah semua. Dari kota masing-masing berangkat malam hari sebelumnya. jadi mau nggak mau harus nginep.
Sebenarnya ada beberapa pilihannya. Pertama cari hotel bandara, dan malam itu sudah full booked. Kedua, cari hotel sekitar bandara, ada banyak pilihannya, namun setelah dipikir-pikir kita tidur nyaman disana hanya sekitar 3-4 jam karena jam 05.00 sudah harus sampek di Soetta lagi, sayang uang dan tenaganya.
Akhirnya ke pilihan ketiga nginep di bandara. Semula mau bobok diruang tunggu luar, karena kita belum boleh masuk (checkin), lama2 udaranya nggak bersahabat dan kurang nyaman. Akhirnya kita cari musholla, meski agak nggak enak cari musholla buat bobok, secara musholla kan buat sholat, tapi nggak ada pilihan lain. Hehehe. Dan ternyata bapak penunggu mushollanya udah paham kalo kita ada penerbangan pagi dan mau istirahat di sana. Dan kopernya bisa dititipin di bapaknya. Aman deh, bobok juga nyaman.
Memang nggak sebebas di KLIA2, tapi lumayanlah buat istirahat sejenak

0 comments:

Berburu Makanan Halal di Bangkok

Saat Travelling kesuatu daerah pasti ada keingin untuk mencicipi masakan lokal atau khas dari daerah tersebut. Hanya saja kalau kita perginya ke tempat yang mayoritas penduduknya non muslim, agak sedikit susah nyari makanan halal, termasuk Bangkok. Saat pertama ke Thailand saya menggunakan jasa travel, jadi semua udah diurusin sama agen. Setelah ke bangkok lagi dengan cara mbolang mulailah cari referensi makanan halal disana. Alhamdulillah sudah banyak tempat makan halal di negara ini. Dan inilah beberapa tempat makan yang kemaren sempat saya kunjungi.

1.Yana Restaurant (Thai and International Halal Food)


Restoran ini ada di MBK Mall yang merupakan mall favorit pelancong buat belanja oleh oleh-oleh atau sekedar shoping. Kalau sudah lapar dan capek belanja bisa mampir kesini. Lokasinya di lantai 5 tepat di depan 'Food on Fifth' food court. Btw di Food on Fifth bagi turis bisa dapat ice tea gratis kalo menunjukkan paspornya. lumayanlah...
Yana Restaurant ini menyajikan menu lokal dan internasional, dan pilihannya banyak. Untuk harga dan menu bisa cek langsung di webnya, ini webnya.

2. Saman Islam Chatucak
Kalau Sabtu dan Minggu di Bangkok rasanya nggak afdol kalau nggak mampir ke pasar kaget 'Chatucak'. Pasar serba ada ini memang bikin nagih, rasanya nggak cukup cuma sehari kesini pasti pengen balik dan balik lagi. Alhamdulillah, disini sudah banyak warung halal, jadi nggak bingung kalau kelaparan. Salah satunya yang paling sering di rekomendasikan adalah kedai 'Saman Islam'. Memang dibandingkan tempat yang lain, disini lebih ramai, luas dan banyak pilihan makanannya.


Lokasinya di section 16, tapi karena Pasar Chatucak ini luas banget agak susah nyari tempatnya. Biar lebih gampang cari 'Clock Tower' yang berada di tengah-tengah pasar, dari situ tinggal jalan lurus ke arah berlawanan dari Foto both (yang biasanya dibuat foto). Udah tinggal tengok kanan-tengok kiri. Harusnya dia disebelah kanan jalan dari sini, asal nggak kesasar. Harganya sekitar 100-200 bath. Jangan kaget kalau makanan dan minuman disini ukurannya big size.

3.The Manhattan Fish Market Central World
Sebelum borong ke Big C, kemaren sempat jalan ke Central World dulu buat cuci mata, iya cuci mata aja karena disini nggak beli apapun. Berhubung udah mulai laper, kita browsing halal food di Central world, dan nemulah The Manhattan Fish market. Sebelum pesan kita pastikan dulu halal enggaknya, mbaknya bilang memang disini nggak ada sertifikat halalnya tapi semua olahan dari seafood dan tidak menggunakan bahan2 yang tidak halal. Oke bisa diterima, apalagi mbaknya juga berjilbab jadi semakin yakin bisa makan disitu.

Letaknya di Central World Mall lantai 7. Jika bingung coba cari di peta yang biasanya ada didekat escalator. Sesuai namanya disini menyediakan menu ikan dan sea food. Harganya juga bervariasi mulai dari 80 bath, rata2 100an bath (sebelum pajak).

4. Buah Segar
Negeri seribu pagoda ini merupakan negara Tropis yang terkenal dengan buah segarnya. Hampir di setiap tempat kita bisa menemukan penjual buah. Mangga potong, jambu, buah naga, pisang, dll tinggal pilih saja semuanya fresh dan gede2. Buat para food combiner its a holy for breakfast.

5. Mango Sticky Rice
Kalau ditanya makanan apa yang harus dicoba di Thailand, jawaban saya adalah Mango sticky rice. Why? menurut saya makanan ini unik, ketan dan mangga dipadu sama santan. firstly i think its imposible but amazing taste. Manis, segar dan enak banget. You must try, dan insyaAllah halal karena produk nabati semua.

0 comments:

Alternatif Oleh-Oleh Bangkok

Salah satu destinasi favorit orang Indonesia untuk Traveling adalah Bangkok. Terbukti pas kesana ada aja ketemu orang senegara, teruma di tempat shoping. Kata mbak tour guide yang asli orang Thailand,"Orang Indonesia sangat suka belanja." Bener banget, apalagi barang disana bagus-bagus dan murah meriah.
Kalo lagi jalan-jalan ke Bangkok dan sekitarnya dan masih bingung cari buah tangan buat sanak saudara, tetangga, teman, pak dhe, bu dhe, ponakan, dll ini ada beberapa referensinya.

1. Pasport Case


Kita bisa menghias sampul paspor kita secara custom, ditambah pernak-pernik sesuai pilihan dan ditambah dengan label nama. Karena ada nama kita, jadi semakin spesial. Cocok banget buat oleh2. Pilihan warnanya sangat banyak pink, orange, hitam, silver, perak, tinggal disesuaikan dengan keinginan kita. Untuk pernak-pernik pilihannya juga sangat banyak, mulai dari huruf, karakter hewan, ikon kota, pesawat, dll. warna untuk label nama juga bermacam-macam. Untuk milih aja kita perlu waktu lama, pengen begini dan begitu.
Selain pasport case, ada juga pouch, pocket, gantungan kuci, label bag, tas, dan masih banyak lagi. Harga untuk pasport case 100 bath, free label nama maksimal 8 karakter huruf, dan satu pernak-pernik. Kalo mau nambah pernak-pernik bisa, tapi nambah juga duitnya. Where to buy? hampir di pusat perbelanjaan ada, di chatuchak, asiatique, MBK. i can see everywhere.
 
tips:
a. setiap toko pasti ngasih contoh hasil karyanya, pilih yang hasilnya rapi dan bagus.
b. cari toko dengan label buy 5 get 1 free

2. Naraya Bag
cr: naraya.com
Naraya adalah brand lokal Thailand yang menjual tas dan pernak-pernik berbahan kain dengan kualitas bagus dan harga yang bersahabat. Produk Naraya sangat khas dan unik, tapi kini sudah banyak bajakannya termasuk di Indonesia.
Harga sangat bervariasi tergantung besar kecilnya tas, check webnya disini. Tokonya juga banyak, diantaranya di Asiatique, MBK.

3. Camilan
Selain produk tahan lama, nggak ada salahnya beli makanan. Banyak kok makanan Thailand yang nggak ada di Indonesia dan kebanyakan sudah bersertifikasi halal termasuk yang impor.
Where to buy? kalo snack enakan beli di BIG C supermarket, karena lengkap dan pilihannya banyak, harga juga lebih murah. serius bisa kalap disini. Oh ya Big C yang kita kunjungi adalah BIG C yang depannya Central Word, katanya ini BIG C yang paling besar.

a. Teh Thailand
kemasan lama
Ada yang istimewa dari teh negeri Gajah putih ini, karena tehnya berwarna orange, nggak seperti teh biasa. Sudah pernah coba? enak dan saya suka banget. Produk yang sering diserbu adalah Nestea yang varian Milk Tea. Must buy produk deh...
kemasan baru

Nestea milk tea ini minuman sachet yang udah mix thaitea dan susu, jadi tinggal minum saja. Kalau mau ngeracik sendiri bisa beli yang teh tubruk, tinggal sedu terus ditambah susu.

b. Rumput Laut

Kalau udah pernah nonton film 'The Billionare' pasti nggak asing dengan produk 'Tae Kae Noe'. Rumput laut hasil karya anak muda Thailand yang kemudian menjadi salah satu icon snack Thailand. Produk ini juga bisa dijadikan oleh-oleh, hanya saja udah banyak di mini market sebelah. Kalau saya lebih cenderung beli Rumput Laut merk 'Masita', selain tidak dijual di Indonesia , saya juga suka sama model di bungkusnya. hihihi, Kpoper pasti paham. Sayang modelnya akan segera ganti.

c. Buah Kering
Dried fruit juga terkenal di Thailand, aneka buah dikeringkan sehingga lebih awet. Saya paling suka keringan mangganya, enak banget. Pilihan buahnya juga banyak, ada jambu, leci, rambutan bahkan durian.


d. Makanan Impor
Kalo yang ini lebih karena memburu label halalnya (di Indoensia belum ada label halalnya). Samyang, Shin Raymun, Choco Pie, dan Pockey-Pejoy (fave snack).

Itu beberapa alternative oleh-oleh dari thailand, dan semua udah pernah aku beli. mungkin ada tambahan yang recomended?

0 comments: